Hari Selasa dan Rabu tanggal 4-5 Desember 2012 FOWAB bersama PNPM Mandiri dan didukung oleh PSF mengadakan event Contributing a Solution to Indonesia’s Problems with Your Creative Skills di Vanilla Kitchen & Wine. Acara berlangsung lancar dan berhasil mendapatkan ide-ide keren dari teman-teman FOWAB yang diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk permasalahan yang ada di Indonesia.
Kegiatan acara ini adalah memaparkan program PNPM Mandiri ke teman-teman FOWAB, video conference menggunakan Google Hangout dengan temu nasional PNPM di Jakarta, dan berdiskusi untuk mendapatkan ide-ide keren dari teman-teman FOWAB.
Berikut adalah ide-ide yang kita dapatkan dari teman-teman FOWAB di event ini:
Aris – Share Media Center
Sebuah ide dimana tiap desa memerlukan sebuah share media center yang bisa menjadi penjembatan informasi antara desa dengan dunia luar. Share media center ini diharapkan bisa memberikan update informasi lebih cepat bagi masyarakat pedesaan dan bisa menjadi sarana yang bisa memberikan informasi keluar tentang desa tersebut.
Sissy – Crowd Funding
Idenya adalah membuat sebuah layanan crowd funding atau pendanaan bersama untuk solusi permasalahan yang ada di daerah. Dengan target utama yang mengusulkan solusi permasalahan tersebut adalah pelajar atau mahasiswa yang melihat persamalahan yang ada di daerahnya. Layanan dibuat semudah mungkin untuk mengusulkan solusi yang butuh pendanaan dengan cukup submit video atau foto disertai deskripsi permasalahan dan solusinya.
Putra Setiautama – Desa Menabung
Melihat banyaknya petani di desa yang kesulitan menabung hasil dari panennya maka ide gerakan desa menabung adalah mengajak para petani untuk menabung sebagian hasil panennya dan menyediakan jasa konsultasi untuk pengelolaan dana tabungan petani. Dengan demikian petani bisa memanfaatkan hasil panennya dengan lebih maksimal.
Rizky Sofyan Nugraha – Kompetisi Pengembangan Aplikasi Secara Bertahap
Kompetisi aplikasi secara bertahap adalah sebuah kompetisi dengan tujuan memisahkan tahapan dalam pengembangan aplikasi menjadi sebuah kompetisi untuk tiap tahapannya. Tahapan seperti perancangan sistem, design user interface atau tampilan, implementasi, dan mengkomunikasikan atau mempromosikan aplikasi dibuat menjadi sebuah kompetisi sehingga hasil akhirnya adalah sebuah aplikasi yang maksimal dari sisi feature, tampilan, dan implementasinya.
Evi – Alat Pancing
Seperti kata pepatah berilah kail agar seseorang bisa makan berkali-kali. Maka ide Evi adalah memberikan fasilitas bagi desa untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Selain itu juga dengan membuat media komunikasi desa seperti radio komunitas, web series, film dokumenter, dan jurnal komik yang diharapkan bisa memberikan inspirasi dan update informasi ke internal desa dan masyarakat diluar desa akan perkembangan di desa tersebut.
Syarif Hidayatullah – PNPM Satelit
Ide Syarif ingin mencoba menyelesaikan masalah publikasi konvensional seperti publikasi lisan atau tulisan. Dengan membuat sebuah lembaga untuk pembuatan publikasi yang lebih menarik seperti film dokumenter, komik, dan pemanfaatan social media yang lebih maksimal.
Namira – Pemanfaatan Social Media dan SMS Integration
Namira mencoba memaksimalkan penggunaan Facebook dimana hampir sebagian besar SDM di PNPM sudah menggunakan Facebook. Dengan membuat Facebook group untuk tiap kecamatan maka group ini bisa digunakan sebagai media komunikasi dan publikasi desa-desa dibawah kecamatan tersebut. Selain itu integrasi SMS gateway dimana SMS bisa dialihkan ke pihak terkait dengan menggunakan pemrosesan teks sesuai konteks yang dimuat oleh SMS tersebut. SMS juga bisa digunakan sebagai media komunikasi 2 arah untuk memberikan informasi bagi penduduk desa sehingga mereka bisa tetap update dengan informasi terbaru dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dalam kegiatan mereka.
Aris – E-KentonganMelihat masih kurang atau lambatnya respon dari tim penanggulangan bencana di daerah bila terjadi bencana atau musibah di daerah tersebut maka Aris melihat perlunya improvisasi dari sistem peringatan bencana. E-Kentongan adalah salah satu wujud dari improvisasi itu yang menggunakan media SMS. Dengan sistem pelaporan menggunakan SMS dimana sistem secara automatis meneruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan perangkat desa terkait sehingga bisa pihak terkait bisa lebih cepat mengambil tindakan yanng diperlukan.
Bijak Putranto – Muda Berdaya
Bijak melihat bahwa kendala utama di daerah sebenarnya adalah SDM yang masih kurang terlatih dan dapat diandalkan. Ide muda berdaya adalah mencoba memberdayakan para perantau di kota yang baru lulus kuliah untuk kembali ke daerahnya minimal setahun untuk berkontribusi dalam pembangunan di daerahnya. Tentunya program ini perlu dikordinasikan di daerah dimana sudah ada badan atau lembaga di daerah yang siap menampung dan memberdayakan para pemuda daerah yang beru lulus ini. Alasannya adalah karena putra-putri daerahlah yang harusnya lebih paham permasalahan di daerahnya dan merekalah yang memahami bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan baik di daerah mereka masing-masing.
Gege – Wisata Desa
Dengan menargetkan orang-orang di perkotaan yang suka traveling, Gege ingin membuat sebuah media promosi untuk potensi wisata yang ada di desa-desa. Orang-orang yang datang ke desa-desa tersebut diajak untuk meninggalkan testimoni berupa tulisan, foto, atau video di media promosi tersebut. Diharapkan dengan kunjungan wisata orang-orang dari perkotaan diharapkan mereka juga bisa melihat permasalahan yang ada di desa dan bisa ikut membantu memberikan solusi untuk desa tersebut.
Oki dan Sigit - Pijar (Pusat Informasi dan Jaringan Radio)
Menurut Oki dan Sigit masyarakat pedesaan masih kurang dalam mendapatkan informasi dari luar desa mereka ataupun potensi desa mereka masih kurang dikenali oleh masyarakat di luar desa tersebut. Pusat informasi diperlukan untuk menjadi jembatan informasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan baik untuk masyarakat pedesaan itu sendiri ataupun masyarakat diluar desa. Pusat informasi ini juga membantu masyarakat untuk mencari informasi yang mereka butuhkan ataupun menyediakan informasi yang sekiranya dapat membantu masyarakat pedesaan. Sedangkan jaringan radio diperlukan untuk menyebarkan informasi ini ke masyarakat pedesaan melihat radio merupakan media komunikasi yang cukup terjangkau bagi masyarakat pedesaan.
Idham – Redifining PNPM
Ide dari Idham ingin mendefenisikan ulang dari PNPM untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah ini. Selain itu Idham ingin untuk membuat data warehouse baik itu untuk data fisik maupun digital. Dari data yang dikumpulkan maka bisa dibuat daftar kebutuhan dan prioritas utnuk tiap desa. Redefining PNPM juga melihat bahwa pentingnya peningkatan pengetahuan untuk masyarakat pedesaan sehingga pendampingan komunitas dan relawan IT juga diperlukan untuk masyarakat pedesaan. Idham juga melihat bahwa program yang diselenggarakan perlu dipromosikan dan bisa bekerja sama dengan brand yang ada untuk promosi silang untuk brand dan program tersebut.
Tulisan berikutnya akan memuat hasil diskusi yang menggali lebih dalam ide-ide pemenang yang dipilih oleh peserta, PSF, PNPM, dan FOWAB.